Akuntansi Forensik Salah Satu Solusi Pemberantasan Korupsi, Bagaimana Langkah Strategis Penerapannya? berikut Keterangan Para Ahli

PEKANBARU – Menanggapi meningkatnya kasus korupsi di Indonesia, yang mengakibatkan kerugian negara hingga ratusan triliun Rupiah, peran akuntansi forensik dalam memberantas korupsi semakin mendapat perhatian. Berdasarkan laporan Kompas, sepuluh kasus korupsi terbesar di Indonesia telah menelan kerugian yang sangat besar, menghambat pembangunan ekonomi dan sosial, sekaligus merusak transparansi di sektor publik maupun swasta.
Korupsi, khususnya praktik suap, sering kali melibatkan transaksi keuangan yang rumit dan tersembunyi. Oleh sebab itu, diperlukan pendekatan sistematis dan mendalam untuk mengidentifikasi serta mengungkap praktik-praktik tersebut. Dalam hal ini, akuntansi forensik menjadi salah satu solusi utama.
Ketua Program Studi Magister Ilmu Akuntansi Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak), Dr. Indarti, SE, MM, Ak, CA, memaparkan beberapa langkah strategis dalam penerapan akuntansi forensik untuk pemberantasan korupsi.
“yang pertama, Identifikasi Pola Transaksi mencurigakan, Akuntansi forensik memungkinkan kita untuk menganalisis pola transaksi yang tidak biasa melalui data keuangan. Dengan alat analisis canggih seperti big data dan machine learning, kita dapat menemukan anomali yang mengindikasikan adanya praktik korupsi,” ujar Dr. Indarti.
Selanjutnya, Audit Investigasi mendalam, pada proses ini, auditor forensik melakukan penelusuran dokumen hingga sumber transaksi, baik yang tercatat maupun tersembunyi.
“Setiap bukti transaksi diverifikasi untuk mengungkap hubungan antara pihak-pihak yang terlibat, termasuk sumber dana, penerima, dan mekanisme alirannya,” jelasnya.
Ketiga, Penggunaan Teknologi Canggih
Dr. Indarti juga menekankan pentingnya teknologi seperti analisis forensik digital.
“Teknologi ini membantu kita mengakses dan memeriksa data yang tersimpan di perangkat digital, seperti email, dokumen elektronik, atau catatan rahasia yang terkait dengan praktik korupsi,” katanya
Keempat, Kolaborasi Multi-Lembaga, yang mana kerja sama antara auditor, penegak hukum, dan regulator sangat penting. Dengan berbagi data dan temuan investigasi, penegakan hukum dapat berjalan lebih efektif.
“Kelima, Penyusunan Laporan Hukum yang Kuat, Akuntansi forensik tidak hanya menemukan pelanggaran, tetapi juga menyusun laporan investigasi yang memenuhi standar hukum sehingga dapat dijadikan bukti di pengadilan,” tambahnya.
Keenam, Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Akuntan untuk mendukung efektivitas ini, Dr. Indarti mengungkapkan bahwa Program Magister Ilmu Akuntansi Unilak menawarkan konsentrasi khusus dalam Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi.
“Pendidikan akan hal di atas sangat penting untuk mencetak profesional yang kompeten dalam mendeteksi dan mencegah korupsi,” tegasnya.
Dr. Indarti juga menggarisbawahi perlunya regulasi yang mendukung hasil investigasi akuntansi forensik sebagai bukti hukum, sehingga hasil audit dapat digunakan secara maksimal dalam proses penegakan hukum.
Dengan penerapan strategi ini, ditambah dengan dukungan kebijakan, pelatihan tenaga ahli, dan pengembangan teknologi, akuntansi forensik diharapkan dapat memainkan peran lebih besar dalam menciptakan Indonesia yang bebas dari korupsi.
“Akuntansi forensik tidak hanya tentang menemukan pelanggaran, tetapi juga memberikan solusi untuk memperbaiki sistem keuangan secara menyeluruh,” pungkas Dr. Indarti.
Langkah-langkah strategis ini menjadikan akuntansi forensik sebagai elemen kunci dalam membangun tata kelola yang baik, memperkuat kepercayaan publik, dan mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.