Purbaya Menkeu Baru : Gas Belanja APBN 2025 Hingga Habis 

 JAKARTA – Purbaya Yudhi Sadewa berencana memanfaatkan seluruh anggaran dalam APBN 2025 untuk pengeluaran sehingga tidak ada dana yang tersisa berlebihan. Dia menjelaskan bahwa dana negara akan digunakan untuk proyek pembangunan. Timnya dapat memperkirakan mana alokasi yang belum terpakai hingga akhir tahun, kemudian memindahkannya ke pos yang lebih siap untuk menjalankan program. Dikutip dari CNNIndonesia Pada Minggu (14/9/2025).
“Keuangan akan menunjang seluruh program percepatan ini semaksimal mungkin. Saya ingin nanti di akhir tahun (2025) semua uang yang kita punya bisa dipakai secara efektif. Jadi, enggak akan ada sisa uang yang berlebihan seperti dulu lagi,”  ujarnya setelah Rapat di Kemenko Perekonomian, Jakarta.
Oleh sebab itu, Purbaya menegaskan bahwa ia akan mendorong cepatnya pembangunan. Ia yakin perekonomian Indonesia akan membaik dari Oktober hingga akhir tahun.
“Enggak usah takut, tahun lalu (2024) masih ada sisa uang anggaran (sisa anggaran lebih/SAL) yang cukup banyak. Jadi, Anda gak usah takut pemerintah gak punya uang untuk membangun,” tambah Menkeu baru itu.
“Kalau semua program ini jalan, saya yakin target-targetnya akan tercapai dan pertumbuhan ekonominya akan mencapai yang kita prediksi sebelumnya. Saya optimis, saya optimis sekali,” tambahnya dengan penuh keyakinan.
Namun, Purbaya mengakui bahwa saat ini ia belum menghitung dengan teliti proyeksi pertumbuhan ekonomi pada akhir 2025. Dia menekankan bahwa fokus saat ini adalah menjelaskan kondisi ekonomi yang lesu.
Pemerintah memang memiliki dana lebih yang belum dimanfaatkan dalam bentuk sisa anggaran lebih. Dana ini disimpan di Bank Indonesia. Sri Mulyani, menkeu sebelum Purbaya, pernah mempertimbangkan jumlah saldo sisa anggaran yang dimiliki pemerintah pada tahun 2024 silam.
Dalam Rapat Paripurna DPR RI ke-21 Masa Persidangan IV 2024-2025, Sri Mulyani menginformasikan bahwa saldo SAL pada tahun 2024 mencapai Rp459,5 triliun. Setelah digunakan untuk mendukung pembiayaan APBN dan menghitung sisa pembiayaan anggaran dari penyesuaian lainnya, saldo kas negara di akhir tahun 2024 berjumlah Rp457,5 triliun.
Sedangkan Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa dana negara yang mengendap di BI berada pada kisaran Rp425 triliun hingga Rp440 triliun. Ia kemudian menarik Rp200 triliun dan mendistribusikannya ke lima bank umum guna meningkatkan jumlah uang beredar di masyarakat dalam bentuk kredit.
“Jadi saya masuk ke (Kementerian) Keuangan, sebelumnya sudah kita lihat, bahwa sistem keuangan kita agak kering. Makanya ekonominya melambat, makanya dalam 1 tahun-2 tahun terakhir orang susah mencari kerja dan lain-lain. Karena ada kesalahan kebijakan di situ, moneter dan fiskal,”  ujar Purbaya setelah Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat. Tulis (Mo).