Dosen PAUD Unilak, Heleni Tanggapi Dugaan Kasus Daycare Little Aresha, Yogyakarta

PEKANBARU — Masyarakat tengah dihebohkan dengan beredarnya informasi terkait dugaan insiden yang terjadi di sebuah tempat penitipan anak, Daycare Little Aresha, yang berlokasi di Yogyakarta. Kasus ini menjadi perhatian luas, khususnya bagi para orang tua dan praktisi pendidikan anak usia dini (PAUD).
Hingga saat ini, informasi yang beredar masih dalam proses klarifikasi oleh pihak terkait. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarkan spekulasi yang belum terverifikasi serta menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
Menanggapi hal tersebut, dosen PAUD dari Universitas Lancang Kuning, Heleni Filtri, S.Psi., M.Psi., menyampaikan keprihatinannya serta pentingnya menjaga standar profesional dalam layanan pendidikan dan pengasuhan anak.
“Setiap lembaga penitipan anak memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin keamanan, kenyamanan, dan perkembangan psikologis anak. Kasus seperti ini, apabila terbukti, menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara PAUD untuk memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, serta memastikan adanya prosedur operasional yang jelas dan berpihak pada perlindungan anak,” ujar Heleni, Senin (27/04).
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memilih dan memantau layanan daycare.
“Orang tua perlu lebih aktif dalam melakukan observasi terhadap lingkungan daycare, termasuk memperhatikan rasio pengasuh terhadap anak, transparansi kegiatan harian, serta komunikasi yang terjalin antara pengelola dan keluarga,” tambahnya.
Selain itu, Heleni mendorong pemerintah dan instansi terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap lembaga-lembaga penitipan anak guna memastikan seluruhnya memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Kasus ini diharapkan dapat menjadi momentum bagi semua pihak untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD di Indonesia, sekaligus memperkuat perlindungan terhadap anak sebagai kelompok yang rentan.