Menempuh Jarak dan Mimpi Bersama, Pasangan Guru dari Inhil Lulus Ujian Tesis di Pascasarjana Unilak

PEKANBARU – Perjuangan menempuh pendidikan tinggi tidak selalu mudah, terlebih bagi pendidik yang berasal dari daerah dan harus membagi waktu antara tugas profesional, keluarga, serta studi akademik. Hal tersebut tercermin dari kisah inspiratif pasangan suami istri asal Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Juma’adi, S.Pd., M.Pd dan Ulfa Atmarida, S.Pd., M.Pd, yang berhasil menuntaskan ujian tesis Program Studi Magister Pedagogi di Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning.
Keduanya menempuh studi magister dengan latar belakang profesi sebagai guru di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan keterbatasan sarana pendidikan. Meski berasal dari daerah, semangat untuk meningkatkan kualitas pendidikan mendorong mereka untuk terus belajar dan berkarya melalui penelitian akademik.
“Kami berasal dari Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, dan mengambil Program Studi Magister Pedagogi,” ungkap keduanya saat diwawancarai usai ujian tesis.

Dalam penelitiannya, Juma’adi mengangkat tesis berjudul Hubungan Pengetahuan Pedagogi dan Keikutsertaan dalam Pengembangan Profesional dengan Strategi Pembelajaran Guru di SMA Negeri 1 Tanah Merah. Sebagai guru Bahasa Indonesia sekaligus Wakil Kepala Sekolah di SMA Negeri 1 Tanah Merah, ia menilai kemampuan pedagogi menjadi fondasi utama dalam praktik pembelajaran.

“Saya ingin melihat apakah guru-guru benar-benar memiliki kemampuan pedagogi dalam pembelajaran. Mudah-mudahan kawan-kawan guru memahami bahwa pedagogi itu penting, karena tanpa kemampuan pedagogi, hasil pembelajaran tidak akan maksimal,” ujarnya.
Ia berharap hasil penelitiannya dapat mendorong guru untuk terus mengembangkan diri melalui pelatihan dan seminar, serta meningkatkan kualitas praktik pembelajaran di kelas. Bahkan, ia mengungkapkan niatnya untuk melanjutkan studi ke jenjang doktoral.
“Ke depan saya ingin meneliti lebih dalam lagi, karena saya juga berniat melanjutkan studi S3,” tambahnya.
Sementara itu, Ulfa Atmarida mengangkat isu kepemimpinan pendidikan di wilayah terpencil melalui tesis berjudul Hubungan Kepemimpinan Adaptif Kepala Sekolah terhadap Efektivitas Pengelolaan Pembelajaran dan Kinerja Guru di SMP Terpencil Kabupaten Indragiri Hilir pada Era Digital. Ia merupakan guru IPS sekaligus Kepala Sekolah di SMP Satap Patah Parang, Kabupaten Indragiri Hilir.
Menurutnya, kepemimpinan kepala sekolah di wilayah terpencil diuji oleh keterbatasan sarana dan perkembangan teknologi digital yang sangat cepat.
“Saya ingin melihat bagaimana kepala sekolah di daerah terpencil mengelola keterbatasan yang ada. Apakah berhenti di tengah jalan atau justru keluar dari zona keterbatasan tersebut untuk mencari solusi,” tuturnya.
Ia berharap penelitiannya dapat menjadi dorongan bagi kepala sekolah di daerah terpencil agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Jangan pasrah dengan keadaan. Kita harus keluar dari keterbatasan agar bisa memberikan mutu pendidikan yang baik, terutama di sekolah-sekolah terpencil,” ujarnya.
Kisah Juma’adi dan Ulfa Atmarida menjadi potret nyata semangat pendidik daerah dalam meningkatkan kompetensi akademik demi kemajuan pendidikan. Perjuangan menempuh studi magister di tengah keterbatasan menjadi inspirasi bahwa komitmen, kolaborasi keluarga, dan dedikasi terhadap pendidikan mampu melampaui jarak dan tantangan.