PASIRPENGARAIAN – Camat Kepenuhan, Gustia Hendri M.Si didampingi Ketua Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Luhak Kepenuhan, Datuk Bandaro Sakti Drs. H. Effendi R bersama jajaran serta Kepala Desa Kepenuhan Barat Sei Rokan Jaya, Jamal A. Gani dan perangkat Desa lainnya sambangi kantor PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota (EMA), Rabu (08/04).
Hadirnya Pemerintah Kecamatan dan Tokoh Adat Luhak Kepenuhan tersebut, yakni untuk membahas terkait maraknya pencurian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di lingkungan PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota (EMA).
Di lokasi, kehadiran perangkat Kecamatan Kepenuhan, tokoh Adat serta aparatur Desa Kepenuhan Barat Sei Rokan Jaya disambut langsung oleh Manajer PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota, Andy Nurcahya, KTU, Rizky Tritovani Hardiputra dan Humas, Nicolas Hutabarat.
Disampaikan Gustia Hendri, bahwa pencurian TBS di lingkungan PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota pada beberapa waktu ini berdampak pada maraknya penyalahgunaan Narkotika di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita dapat bertatap muka langsung dengan manajemen PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota, pada kesempatan ini, kita menyampaikan terkait keluhan dari masyarakat Kepenuhan Barat Sei Rokan Jaya yang melaporkan, bahwa di wilayah PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota ini kerap terjadi pencurian Buah Kelapa Sawit serta maraknya transaksi Narkotika,” terang Camat, Gustia Hendri.
Dalam menangani persoalan yang terjadi, Gustia Hendri menyampaikan bahwa Pemerintah Kecamatan, tokoh adat Luhak Kepenuhan dan Aparatur Desa Kepenuhan Barat Sei Rokan Jaya siap untuk bekerjasama menertibkan wilayah tersebut.
“Dengan komunikasi yang baik, kami berkeyakinan kedepan tidak akan terjadi persoalan dan konflik-konflik antara masyarakat dengan manajemen PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota,” tambahnya.
Selain membahas terkait maraknya pencurian Buah Kelapa sawit dan transaksi Narkoba di sekitar perkebunan, dalam pertemuan ini juga dibahas terkait PT Aditya Palma Nusantara (APN) yang hingga kini belum diketahui pemegang Kerja Sama Operasi (KSO) sawit dan tata letak lahan perusahaan.
“Kita berharap kedepan kembali dapat berkoordinasi dengan pihak manajemen, sehingga dapat dicari jalan keluar secara bersama-sama,” tambah Gustia.
Masih ditempat yang sama, Ketua Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Luhak Kepenuhan, Drs H Efendi R menerangkan tentang keresahan masyarakat terkait maraknya pencurian hingga transaksi narkoba di sekitar perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota.
“Kita berharap agar kiranya persoalan ini dapat segera dituntaskan, sehingga generasi muda kita tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” sebutnya penuh harap.
Tokoh adat Luhak Kepenuhan itu berpandangan, pencurian Buah Kelapa Sawit di perkebunan PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota tidak hanya dilakukan oleh masyarakat sekitar, melainkan juga datang dari Provinsi tetangga, seperti Provinsi Medan hingga Aceh.
Menanggapi hal tersebut, Manajer PT Agrinas Palma Nusantara Kebun Eluan Mahkota, Andy Nurcahya menyambut baik kerjasama dengan pihak Pemerintah Kecamatan, Kerapatan adat hingga perangkat Desa, terutama dalam menangani keamanan di sekitar perkebunan.
“Kita telah melakukan berbagai upaya preventif seperti penangkapan terhadap pencurian buah Kelapa Sawit hingga penambahan personil keamanan di sekitar perkebunan,” terangnya.
Meski demikian, Andy mengaku saat ini pihak Perusahaan masih mengalami beberapa kendala seperti lemahnya akomodasi, sehingga pihak perusahaan kewalahan menangani pencurian buah Kelapa Sawit hingga transaksi narkoba di perkebunan, (Dan).