Angka Stunting Mengalami Penurunan, Bupati Rohul Mengaku Bersyukur

PASIRPENGARAIAN, Riausmart. Com– Bupati Rokan Hulu (Rohul) H. Sukiman mengakui angka prevalensi Stunting di Negeri Seribu Suluk sejak tahun 2018 mengalami penurunan.
Hal ini disampaikan Bupati Sukiman usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dengan Wakil Presiden Republik Indonesia K.H Ma’ruf Amin dan Menteri terkait tentang Bergerak Bersama untuk Percepatan Penurunan Stunting, Senin (23/08).
Kegiatan Rakornas dilakukan secara virtual, sedangkan Bupati Rohul didampingi Ketua TP PKK Rohul Hj Peni Herawati Sukiman, Kadis Kominfo Rohul Drs Yusmar M.Si, Kadis Dalduk dan KB Rohul Drs Yusmar M.Si, Kadis DPMPD Rohul Margono S.Sos M.Si, Kadinsos P3A Rohul Hj Sri Mulyati S.Sos M.Si dan OPD terkait, di Ruang Rapat Rumdis Bupati.
Diakui Sukiman, Pemkab Rohul yang melibatkan beberapa OPD terkait beberapa tahun terakhir telah berkomitmen untuk melakukan berbagai Program demi menurunkan angka Stunting di Kabupaten Rokan Hulu.
Dengan adanya kerja keras dan kerjasama yang baik antar berbagai lini lanjut Sukiman, mengakibatkan grafik angka prevalensi stunting di Rohul terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.
“Pada tahun 2018  angka stunting di Rogul sebanyak 27.30 persen, tahun 2019, menjadi 24.37 persen dan pada tahun 2020 kembali menurun hingga menjadi 18.7 persen,” Jelas Sukiman.
Dengan menurunnya angka prevalensi Stunting di Rohul, Sukiman mengaku bersyukur dan meminta OPD terkait melaksanakan Tupoksi guna percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Rokan Hulu sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.
“Saya minta OPD terkait melaksanakan Tupoksi bagaimana percepatan untuk penurunan stunting, jalin kordinasi dengan OPD, agar bisa dianggarkan untuk penanganan Stunting pada APBD Rohul 2022. Dinas Dalduk dan KB sebagai koordinator saya berharap tindak lanjuti Perpres 72 Tahun 2021 dapat dilaksanakan dengan baik dalam rangka menurun stunting,” ungkapnya.
Melalui awak media, orang nomor satu di Kabupaten Rokan Hulu itu berharap angka Prevalensi Stunting di Negeri Seribu Suluk terus menurun sesuai program dan target dari Pemerintah.
Sementara itu, Wakil Presiden ,K.H Ma’ruf Amin dalam Rakornas meminta agar Pemerintah Daerah dapat memetakan kembali semua program, kegiatan dan anggaran yang terkait guna percepatan penurunan stunting diwilayahnya masing-masing.
“Pemetaan itu penting untuk mengetahui sejauh mana progres program percepatan penurunan stunting di tiap wilayah,” Sebut Wapres.
Ia mengaku pencapaian penurunan angka stunting sebelum Pandemi sudah membaik selama tujuh tahun terakhir. Ia mengungkapkan, pemerintah bersama pihak terkait telah berhasil menurunkan prevalensi stunting dari 37,2 persen pada tahun 2013 menjadi 27,7 persen pada tahun 2019.
“Upaya penurunan stunting ini harus terus dipertahankan demi mencapai target 14 persen pada akhir tahun 2024,” Tukasnya.