RIAUSMART – Polisi telah mengidentifikasi Dwi Hartono sebagai salah satu pelaku yang terlibat dalam penculikan dan pembunuhan Muhammad Ilham Pradipta, seorang Kepala Kantor Cabang Pembantu bank di Jakarta Pusat.
Kombes Ade Ary Syam Indradi, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, mengkonfirmasi bahwa Dwi Hartono adalah seorang pemilik usaha bimbingan belajar daring. Dikutip dari CNNIndonesia pada Selasa (26/8/2025).
Namun, Ade Ary belum memberikan informasi terperinci mengenai Dwi. Ia juga menambahkan bahwa penyidik masih terus mendalami kasus ini, termasuk menyelidiki motif dibalik tindakannya.
“(Motif) sedang didalami,” tuturnya kembali.
Ilham Pradipta, selaku kepala cabang sebuah bank di Jakarta Pusat, menjadi target penculikan dan pembunuhan.
Jenazah Ilham ditemukan di wilayah persawahan di Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi pada pagi Kamis (21/8). Sebelum nyawanya diambil, korban diculik di area parkir sebuah mal di Ciracas, Jakarta Timur, pada Rabu (20/8).
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, Ilham meninggal dunia akibat adanya luka dari benda tumpul. Diduga ia juga mengalami kekurangan oksigen sebelum akhirnya meninggal.
Dalam penyelidikan ini, polisi sebelumnya menangkap empat orang yang terlibat dalam penculikan. Mereka adalah AT, RS, dan RAH yang ditangkap di Johar Baru, Jakarta Pusat, serta RW yang ditangkap di bandara Nusa Tenggara Timur (NTT).
Setelah itu, polisi berhasil menangkap empat orang yang dianggap sebagai otak di balik penculikan dan pembunuhan ini. Mereka terdiri dari DH, YJ, dan AA yang ditangkap di Solo, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 2025 sekitar pukul 20.15 WIB, serta C yang ditangkap di daerah Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara pada pukul 15.30 WIB pada hari berikutnya. Tulis (Mo)