Gubernur Baru Riau Dilantik! Masyarakat Menanti Langkah Nyata Abdul Wahid & S.F. Hariyanto

PEKANBARU – Provinsi Riau memasuki babak baru kepemimpinan dengan dilantiknya H. Abdul Wahid, M.Si., sebagai Gubernur Riau dan Ir. H. S.F. Hariyanto, M.T., sebagai Wakil Gubernur Riau pada 20 Februari 2025. Acara pelantikan yang berlangsung ini menjadi titik awal bagi masyarakat Riau untuk menyaksikan kepemimpinan yang diharapkan mampu membawa perubahan nyata. Dengan penuh optimisme, berbagai pihak menantikan kebijakan-kebijakan progresif yang dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan di seluruh penjuru Riau.
Dr. M. Rawa El Amady, M.A., seorang dosen di Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) dan antropolog lulusan Universitas Indonesia, turut menyampaikan harapannya atas kepemimpinan baru di Riau.
“Sebagai warga Riau, saya mengucapkan selamat atas pelantikan gubernur Riau. Saya sangat berharap gubernur baru ini dapat membawa warna baru bagi Riau. Warna yang diharapkan adalah gubernur yang tidak hanya pandai berpidato, tetapi juga bertindak nyata untuk masyarakat,” ungkapnya.
Dr. Rawa menekankan beberapa aspek penting yang harus menjadi prioritas pemerintahan baru. Pertama, ia menyoroti perlunya pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan antara masyarakat kaya dan miskin, terutama di daerah industri seperti Bengkalis, Kepulauan Meranti, dan Siak.

“Jurang ekonomi yang mencapai indeks 0,4 di beberapa wilayah harus menjadi perhatian utama. Pemerintah harus mengambil langkah konkret untuk membangun hubungan yang lebih baik antara perusahaan dan masyarakat sehingga kehadiran industri benar-benar meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan justru membuat masyarakat semakin miskin,” tambahnya.
Selain itu, isu korupsi juga menjadi sorotan utama. Dr. Rawa menekankan perlunya program sistematis dalam menghapus praktik korupsi yang masih mengkhawatirkan di berbagai level pemerintahan.
“Jika korupsi tidak diberantas, maka kesejahteraan rakyat Riau akan tetap menjadi mimpi yang sulit terwujud,” tegasnya.
Hubungan yang harmonis antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota juga menjadi perhatian. Ia menyarankan agar perencanaan pembangunan di tingkat provinsi didasarkan pada kepentingan kabupaten/kota dengan menyusun RAPBD provinsi setelah RAPBD kabupaten/kota selesai. Dengan cara ini, program lintas kabupaten/kota dapat lebih terkoordinasi dan memberikan manfaat maksimal.
Terakhir, pemerataan pendidikan juga menjadi prioritas yang harus diperhatikan. Infrastruktur pendidikan harus merata dari kota hingga ke desa, termasuk tenaga pengajar dan ketersediaan sumber belajar.
“Masyarakat desa tidak boleh lagi merasa perlu ke kota hanya untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pemerintah provinsi harus memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses di seluruh wilayah Riau,” ujar Dr. M. Rawa El Amady.
Dengan pelantikan gubernur baru, masyarakat Riau menaruh harapan besar terhadap perubahan dan perbaikan di berbagai sektor. Kini, semua mata tertuju pada langkah-langkah konkret yang akan diambil oleh pemimpin baru dalam mewujudkan Riau yang lebih maju, adil, dan sejahtera.