PASIRPENGARAIAN – Bentuk dukungan terhadap Kabupaten Rokan Hulu yang dijuluki sebagai Negeri Seribu Suluk, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Pemkab Rohul) alokasikan anggaran sebesar Rp 1 Milyar guna penyelesaian pembangunan Surau Suluk Syekh Abdul Wahab Rokan Al Kholidi Naqsabandi di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS) Kecamatan Kepenuhan, Rohul.
Hal ini disampaikan Bupati Rohul, H Sukiman saat menghadiri agenda peringatan milad ke-211 Tuan guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi sekaligus penutupan suluk tahun 2022, Senin (14/11).
Turut hadir dalam peringatan milad ke-211 Tuan guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi waktu itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi Riau, Saparuddin Poti, Kakan Kemenag Rohul, Zulkifly Syarif, Kepala Dinas PUPR Rohul, Anton MT, Kepala Dinas Pariwisata Rohul, Gorneng, Kepala BAPPEDA Rohul, Yusmar M.Si, Anggota DPRD Rohul, Depredi Kurniawan, Muhammad Ilham, Camat Kepenuhan Gustia Hendri, Kepala Desa RBS, Thamrin serta Mursyid dan Pengasuh Madrasah Suluk Tuan Guru Syekh Abdul Wahab Rokan lainnya.
Disampaikan Bupati, Syekh Abdul Wahab Rokan Al- Kholidi Naqsabandi merupakan tokoh yang berjasa dan mempunyai perhatian yang kuat terhadap ajaran agama Islam. Dimana ia lahir 212 tahun yang lalu di Desa Rantau Binuang Sakti (RBS), Rohul.
“Kebesaran tokoh yang kita kenal dengan nama Syekh Abdul Wahab Rokan Al- Kholidi Naqsabandi ini, tidak saja terbatas di wilayah Sumatera dan Negara kita, melainkan sampai ke wilayah Asia Tenggara, seperti Malaysia,” ungkap Bupati.
Lanjut Sukiman, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menyambut baik dilaksanakannya milad ke-211 tuan guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi yang diketahui meninggal dunia pada 27 Desember 1926 di Basilam, langkat Sumatera Utara (Sumut).
“Sebagai daerah yang dijuluki Negeri Seribu Suluk, maka Syekh Abdul Wahab Rokan Naqsabandi merupakan cikal bakal dari lebih se-abad yang lalu berkembangnya kegiatan suluk di negeri yang kita cintai ini sampai sekarang, sebagai seorang sufi maka sepantasnya kita menghormati dan menghargai jasa dan pengabdiannya untuk negeri ini,” tambah Bupati.
Orang nomor satu di Negeri Seribu Suluk itu juga mengatakan, sejak beberapa tahun yang lalu masyarakat telah menetapkan RBS sebagai tempat kegiatan suluk dan membangun serta mengembangkannya secara bertahap, mulai dari pembebasan tanah hibah masyarakat dari status kawasan lindung yang tidak bisa dikembangkan dan dibangun, menjadi tanah dengan status Areal Penggunaan Lain (APL) yang sudah disertifikatkan BPN seluas 6,8 hektar pada tahun 2018 dan pada tahun yang sama juga didirikan pula gerbang masuk dan Surau Suluk.
“Dan tahun ini kita bangunkan toilet dan tempat wuduk jemaah dengan anggaran Rp. 200 Juta dari pokok pikiran anggota DPRD Rohul, yakni saudara Ilham,” sambung bupati.
Berkenaan dengan Surau Suluk yang saat ini masih terbengkalai, Bupati Sukiman mengaku sedang memusyawarahkan hal tersebut dan mengalokasikan sebesar Rp 1 Milyar untuk penyelesaiannya.
Selain daripada itu, mengingat jalan menuju Surau Suluk masih rusak, dimana apabila hujan deras kondisi jalan akan licin dan berlumpur, Bupati Sukiman mengaku di tahun depan Pemkab Rohul juga akan memperbaiki dan memberi aspal.
“Mohon doa kita bersama semoga terwujud,” harap Bupati.
Kepada ribuan masyarakat yang hadir, Bupati berpesan untuk dapat memelihara dan mengembangkan tempat kelahiran Syekh Abdul Wahab Rokan, sehingga kedepan tempat ini tidak hanya sebagai tempat sejarah akan tetapi juga dapat dikembangkan sebagai objek wisata religius.
“Sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya di Desa Rantau Binuang Sakti dan kabupaten Rokan Hulu pada umumnya,” sebut Bupati.
Sementara itu, Camat Kepenuhan yang juga sebagai Ketua Panitia pelaksana, Gustia Hendri menjelaskan terdapat 150 Jemaah Suluk pada Milad ke-211 Tuan guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi.
“Kegiatan Milad Tuan guru Syekh Abdul Wahab Rokan Al-Kholidi Naqsabandi ini merupakan tahun keempat diadakan di Desa Rantau Binuang Sakti, dimulai pada tahun 2019 lalu,” kata Gustia.
Dijelaskan Camat muda tersebut juga, bahwa Mursyid atau Jemaah sebelumnya juga telah melakukan Suluk (red) selama 10 hari dimulai pada 4 hingga 14 November 2022.
“Sehingga nantinya, lepas shalat Ashar juga dilaksanakan kegiatan penutupan Suluk untuk para Mursyid,” tambah Gustia.
Mudah-mudahan sambung Gustia, pada peringatan Milad di tahun depan Jemaah suluk terus bertambah dan kegiatan ini dapat dijadikan sebagai even tahunan dan menjadi wisata religi baik bagi masyarakat Rohul maupun Provinsi Riau.















