PASIRPENGARAIAN – Menyikapi pernyataan Hafith Syukri, mantan ketua harian Yayasan Pembangunan Rokan Hulu (YPRH_UPP), dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, membuat Rektor UPP periode 2016-2020, Dr Adolf Bastian, M.Pd angkat bicara.
Dalam siaran pers, Rabu (11/11/2020), Dr Adolf Bastian mengatakan, Hafith Syukri beserta oknum pengurus Yayasan telah dengan sadar menggunakan uang UPP yang bersumber dari SPP mahasiswa, uang pembangunan untuk keperluan pribadi dan Kelompok yang tergabung dalam pengurus yayasan UPP.
“Penggunaan atau penarikan uang UPP dimulai tahun 2017 Juni dan November, sebesar Rp. 945.000.000,-. Selanjutnya pada Tahun 2018 pengambilan sebanyak sepuluh kali penarikan yang total berjumlah Rp. 4.054.097.000,-. digunakan untuk keperluan pribadi seperti membayar kewajiban kepada pihak lain diluar kepentingan UPP,” jelasnya.
“Puncaknya ditahun 2019 sebanyak Rp. 1.180.000.000,-. Penggunaan uang UPP ini sangat mempengaruhi kinerja kampus, dimana kampus perlu tetap membayar hak keuangan gaji dan insentif lainnya serta pembiayaan kegiatan kemahasiswaan,” ujar Adolf.
Walaupun dalam kondisi defisit anggaran, pada tahun 2020, nyatanya Hafith Syukri dan Oknum pengurus kembali mencairkan uang yayasan sebesar Rp. 375.000.000, yang katanya akan segera dikembalikan sebagaimana telah disampaikan di depan anggota senat UPP. Dia mengaku telah menggunakan uang yayasan UPP dan akan segera mengembalikannya.
Di Konferensi Pers, Hafith Syukri dan oknum yayasan juga mengakui bahwa, uang UPP yang digunakannya telah mendapat persetujuan atau izin dari ketua pembina yayasan. Namun nyatanya tidaklah demikian.
“Fakta sesungguhnya, penggunaan uang itu tidak melalui mekanisme rapat resmi Pembina dan pengawas YPRH. Ketika rektor melaporkan bahwa Hafith Syukri telah gunakan uang UPP sebanyak Rp.1,4 Milyar, justru ketua pembina yayasan bapak Drs. Achmad, M.Si, sangat kecewa dan marah, sehingga mengintruksikan kepada rektor untuk meminta Hafith Syukri dan Arfizal anwar bertanggung jawab atas apa yang mereka lakukan, dengan cara meminta mereka menyerahkan jaminan berupa surat sertifikat rumah, sertifikat tanah usaha sebagai jaminan apabila mereka mangkir dari kewajiban mengembalikan uang UPP, “jelas Adolf panjang lebar.
Dari ungkapan Adolf kepada awak media, tentunya membuka kenyataan bahwa Hafith Syukri telah melakukan pembohongan publik secara terbuka.
Lanjut Adolf, saat ini Hafith Syukri sedang membangun citra seolah olah menjadi tokoh yang jujur, amanah dan bertanggung jawab serta ikhlas akan mengembangkan UPP tanpa mengharapkan imbalan gaji. Fakta sesungguhnya, Hafith Syukri telah banyak memanfaatkan yayasan maupun UPP sebagai tempat mendapatkan kekuasaan dan uang.













