PEKANBARU – Belum sempat dinikmati oleh masyarakat banyak hingga menghabiskan dana sampai Rp 42 Miliar, payung Elektrik Masjid Raya An-Nur Pekanbaru rusak akibat diterpa hujan disertai angin kencang.
Hujan lebat disertai angin kencang yang terjadi pada Sabtu sore (25/03) mengakibatkan satu dari enam payung elektrik di Masjid kebanggaan masyarakat Riau, An Nur rusak parah.
Disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perumahan Kawasan Pemukiman Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau M Arief Setiawan melalui Kepala Bidang Cipta Karya Thomas Larfo Dimiera seperti yang dikutip di Riaupos.jawapos.com, akibat kerusakan tiang payung itu, maka pekerjaan enam payung elektrik Masjid Raya An-Nur Riau membutuhkan penambahan waktu.
“Pekerjaan payung tidak bisa diselesaikan kontraktor sampai berakhirnya pemberian kesempatan kedua 28 Maret 2023. Inikan kejadian luar biasa, karena alam. Jadi harus ada kompensasi untuk rekanan. Yang jelas waktu salat Idul Fitri 1444 Hijriyah itu sudah bisa dipakai,” ungkapnya.
Sebagai informasi, bahwa proyek payung elektrik Masjid Raya An-Nur Riau tersebut menelan anggaran sebesar Rp. 42 miliar, yang mana dikerjakan oleh PT Bersinar Jestive Mandiri tahun anggaran 2022. Namun disayangkan sampai akhir tahun 2022 pekerjaannya tidak rampung. Kemudian rekanan diberikan kesempatan 50 hari kerja hingga bencana alam mengakibatkan tiang payung elektrik tersebut rusak.