Riausmart.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memecat Kepala Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) Erika McEntarfer, usai mengeluarkan rilis data ketenagakerjaan yang berada jauh di bawah ekspektasi pasar. Dikutip dari CNBC Indonesia pada minggu (3/8/2025). McEntarfer dituduh Trump memalsukan data pekerjaan demi kepentingan elektoral yang dinyatakan di platform media sosial, Truth Social.
“Kami butuh angka pekerjaan yang akurat. Saya sudah arahkan tim saya untuk memecat penunjukan politik Biden ini, segera,” tulis Trump, dikutip dari CNBC, Minggu (3/8/2025).
William Wiatrowski menjadi pengganti posisi McEntarfer. Laporan BLS yang hanya melakukan penambahan lapangan kerja non pertanian pada Juli yang hanya 73.000 dibawah ekspektasi analis. Selain itu, revisi besar-besaran di dua bulan sebelumnya, yang telah melakukan pengurangan 258.000 sejak awal April covid 19.
Trump merasa data tersebut sebagai rekayasa politik yang merusak citra perekonomian nasional yang sebelumnya data yang diberikan kerap membanggakan kekuatan pasar tenaga kerja AS.
Efek pemecatan McEntarfer langsung berdampak pada kejatuhan pasar. Dow Jones Industrial Average anjlok lebih dari 500 poin, sementara Nasdaq jatuh lebih dari 2 persen. Imbal hasil obligasi pemerintah AS juga melemah, seiring kekhawatiran investor terhadap stabilitas kebijakan ekonomi Trump.
Kritik pedas juga disampaikan kepada Ketua The Fed Jerome Powell yang dianggap bermain politik dengan suku bunga demi memenangkan Wapres Kamala Harris oleh Trump.
Tindakan Presiden AS menuai protes serta kecaman dari berbagai pihak termasuk William Beach, pendahulu McEntarfer di BLS dan juga penunjukan Trump pada 2017.
“Pemecatan ini sama sekali tidak berdasar dan membahayakan independensi sistem statistik nasional,” tulis Beach di platform X.
Analis pasar Peter Mallouk bahkan menyebut situasi ini sebagai “tidak sehat” dan menyamakan reaksi Trump sebagai parodi.












