RIAUSMART.COM – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengatakan tidak ada yang akan mengganggu gencatan senjata di Gaza. Namun, ia menyatakan Israel harus membalas jika tentaranya terbunuh.
“Mereka membunuh seorang tentara Israel. Jadi, Israel membalas,” ujarnya Rabu (29/10/2025). “Dan mereka seharusnya membalas,” tegasnya. Dikutip dari CNBC pada Kamis (30/10).
Sebelumnya, Israel kembali melanggar gencatan senjata. Badan pertahanan sipil Gaza mengatakan Israel meluncurkan serangan udara pada Selasa malam, meskipun gencatan senjata sedang berlangsung.
Hal ini terjadi setelah Israel menuduh Hamas menyerang pasukannya dan terlebih dahulu melanggar gencatan senjata. Setidaknya 11 orang tewas dalam serangan yang menargetkan beberapa area di Gaza.
“Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan serangan dahsyat di Gaza,” demikian bunyi pernyataan dari kantornya.
“Serangan Hamas hari ini terhadap tentara IDF di Gaza merupakan pelanggaran batas, yang akan ditanggapi IDF dengan kekuatan besar,” kata Menteri Pertahanan Israel, Katz.
Meskipun tidak mengungkapkan lokasi serangan, yang kemungkinan terjadi di Rafah.
Sementara itu, Hamas membantah klaim Israel. Kelompok tersebut mengatakan para pejuangnya tidak terkait dengan insiden penembakan di Rafah.
Menurut laporan AFP, badan pertahanan sipil Gaza mengatakan setidaknya tiga serangan udara dilancarkan oleh Israel.
Rumah sakit utama Al-Shifa di wilayah itu mengatakan satu serangan mengenai halaman belakang bangunan sementara lima orang tewas setelah kendaraan yang mereka tumpangi hancur akibat serangan udara tersebut. Tulis (Mo).