Edukasi Biodiversitas Lokal, Mengenal Maskot Flora dan Fauna Daerah sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan

PEKANBARU — Tim dosen dari Universitas Lancang Kuning yang terdiri atas Dr. Marta Dinata, S.Si., M.Si. (Ketua), Al Khudri Sembiring, S.Pd., M.Pd. (Anggota), dan Rahmat Ramadansur, S.Pd., M.Pd. (Anggota) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Edukasi Biodiversitas Lokal “Mengenal Maskot Flora dan Fauna Daerah sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan” di SMA Advent Pekanbaru.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati lokal yang menjadi ciri khas daerah Riau. Melalui pengenalan maskot flora dan fauna daerah, seperti Burung Serindit Melayu yang menjadi fauna khas Riau dan Pohon Sialang yang berperan penting dalam ekosistem hutan tropis, para siswa diajak memahami nilai ekologis dan budaya dari kekayaan alam di sekitar mereka.
Dalam sambutannya, Dr. Marta Dinata, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan edukatif semacam ini memiliki peran strategis dalam menumbuhkan rasa cinta terhadap lingkungan sejak usia sekolah.
“Pengenalan terhadap flora dan fauna lokal bukan hanya tentang mengenal spesies, tetapi juga tentang memahami hubungan ekologis yang menjaga keseimbangan alam. Pendidikan lingkungan yang kontekstual akan membantu siswa menjadi generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian bumi,” ujarnya.
Kegiatan ini dikemas secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi kelompok, dan pembuatan media edukasi bertema pelestarian lingkungan. Siswa diberikan kesempatan untuk mengekspresikan pemahamannya melalui karya visual dan ide kampanye pelestarian yang kreatif.
Manfaat dan Peran Kegiatan bagi Dunia Pendidikan
Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan, di antaranya:
1. Menanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini.
Siswa belajar mengenali peran penting flora dan fauna lokal serta tanggung jawab manusia dalam menjaga keberlanjutannya.
2. Mengintegrasikan Nilai Kearifan Lokal dalam Pembelajaran.
Pengenalan maskot daerah menjadi sarana kontekstualisasi pembelajaran sains dan geografi dengan lingkungan sekitar.
3. Mendorong Kreativitas dan Inovasi dalam Pendidikan.
Melalui kegiatan berbasis proyek dan eksplorasi lingkungan, siswa dilatih berpikir kritis serta berinovasi dalam menyampaikan pesan pelestarian.
4. Membangun Kolaborasi antara Perguruan Tinggi dan Sekolah.
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara Universitas Lancang Kuning dan lembaga pendidikan menengah dalam mewujudkan pendidikan berwawasan ekologis.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyerahan cenderamata edukatif kepada pihak sekolah serta ajakan untuk terus melanjutkan program pendidikan lingkungan di tingkat sekolah. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan akan lahir generasi muda yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian biodiversitas lokal dan masa depan lingkungan hidup.