PEKANBARU – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih interaktif dan menyenangkan, tim pengabdian masyarakat dari institusi pendidikan yang dipimpin oleh Al Khudri Sembiring, M.Pd (Ketua), serta didampingi oleh Rahmat Ramadansur, M.Pd dan Diah Orina (Anggota), melaksanakan kegiatan sosialisasi penggunaan Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif di Sekolah Advent Pekanbaru, pada hari [tanggal kegiatan jika tersedia].
Kegiatan ini disambut antusias oleh para guru dan tenaga kependidikan yang hadir. Sosialisasi difokuskan pada pengenalan dan pemanfaatan Wordwall, sebuah platform digital yang memungkinkan guru membuat kuis, permainan edukatif, dan latihan interaktif secara mudah dan cepat.
Dalam pemaparannya, Al Khudri Sembiring, M.Pd menjelaskan bahwa Wordwall dapat menjadi solusi alternatif dalam menyajikan materi ajar yang menarik, terutama di era digital saat ini.
“Wordwall memungkinkan guru menciptakan lingkungan belajar yang dinamis, sehingga siswa tidak mudah bosan dan lebih aktif dalam proses pembelajaran,” ujarnya.
Para peserta juga diberi kesempatan untuk mencoba langsung membuat berbagai bentuk media pembelajaran menggunakan Wordwall, seperti teka-teki silang, roda keberuntungan, pencocokan kata, dan kuis pilihan ganda.
Kelebihan Wordwall sebagai Media Pembelajaran Interaktif,
User-friendly: Antarmuka yang mudah digunakan, cocok untuk guru dengan berbagai tingkat kemampuan teknologi.
Variatif: Menyediakan beragam template permainan dan latihan interaktif yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan materi.
Responsif: Dapat digunakan di berbagai perangkat, baik laptop, tablet, maupun ponsel.
Meningkatkan partisipasi siswa: Interaksi yang menyenangkan mendorong keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran.
Tersedia fitur cetak: Hasil kuis atau permainan dapat dicetak dalam format lembar kerja.
Kekurangan Wordwall
Fitur terbatas pada versi gratis: Beberapa template dan pengaturan lanjutan hanya tersedia pada versi berbayar.
Keterbatasan akses internet: Penggunaan Wordwall secara optimal membutuhkan koneksi internet yang stabil.
Kurangnya fitur analisis lanjutan: Belum menyediakan analisis hasil kuis yang mendalam secara otomatis.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi mengenai tantangan yang dihadapi guru dalam mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar. Para guru menyampaikan harapan agar pelatihan semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung peningkatan kompetensi digital pendidik.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para guru di Sekolah Advent Pekanbaru dapat mengoptimalkan pemanfaatan Wordwall sebagai salah satu strategi untuk menciptakan suasana belajar yang lebih kreatif dan interaktif.