MALAYSIA – Fakultas Pendidikan dan Vokasi (Fadiksi) Universitas Lancang Kuning terus memperluas jejaring internasional melalui gagasan kerjasama di bidang teknologi otomotif dan Kesehatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Universiti Teknikal Melaka (UTeM), Malaysia. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak dalam meningkatkan kualitas pendidikan bidang vokasi serta memperkuat kolaborasi lintas negara di bidang keahlian teknik dan teknologi otomotif.
Pertemuan awal antara kedua institusi berlangsung di kampus UTeM, Melaka, dan dihadiri oleh Dekan Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak Dr. Herlinawati, M.Ed serta perwakilan pimpinan fakultas dari kedua belah pihak dan secara langsung dibuka oleh Dekan Fakulti Teknologi dan Kejururuteraan Mekanikal Prof. Nadline. Dalam diskusi tersebut, dibahas berbagai peluang kerjasama, antara lain pertukaran dosen dan staff, student mobility dan internship, penelitian bersama, serta pengembangan kurikulum berbasis industri otomotif modern dan OSH (Occupational Safety and Health – Keselamatan dan Kesehatan Kerja).
Dekan Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak, Dr. Herlinawati menyampaikan bahwa kolaborasi ini diharapkan menjadi program untuk penguatan kompetensi mahasiswa pendidikan otomotif, terutama dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0.

“Kami ingin memberikan pengalaman belajar internasional bagi mahasiswa bidang vokasi, khususnya di bidang teknologi otomotif dan K3. Melalui kerjasama ini, mahasiswa dapat memperoleh wawasan global dan keterampilan teknis yang relevan dengan kebutuhan industri otomotif dan K3 di dunia global,” ujarnya.
Sementara itu, pihak Universiti Teknikal Melaka menyambut baik inisiatif ini dan menilai potensi kolaborasi dengan Fadiksi Unilak sebagai langkah strategis untuk memperluas dampak akademik serta inovasi terapan di kawasan Asia Tenggara.
Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini didukung penuh oleh Rektor Universitas Lancang Kuning Prof. Junaidi, Ph.D yang akan segera melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan agenda implementasi program student mobility yang akan dimulai pada bulan November tahun ini.













