PEKANBARU – Program Sekolah Rakyat yang baru saja diresmikan oleh Gubernur Riau mendapat respon positif dari berbagai kalangan akademisi, termasuk dari Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak). Dr. Marwa, M.A., Ketua Program Studi Magister Pedagogi Unilak, menilai bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis dan terobosan penting untuk memutus rantai ketertinggalan pendidikan di wilayah pedesaan dan kalangan masyarakat kurang mampu.
Menurut Dr. Marwa, konsep Sekolah Rakyat mengandung nilai keadilan sosial dalam dunia pendidikan, dengan memastikan setiap anak di Riau memiliki hak yang setara untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa hambatan ekonomi, geografis, maupun sosial.
“Kami memandang program Sekolah Rakyat ini bukan sekadar proyek pendidikan, tetapi sebuah gerakan kemanusiaan. Akses pendidikan adalah pintu pertama untuk memutus rantai kemiskinan dan ketertinggalan. Namun, akses itu harus diiringi dengan kualitas pengajaran, relevansi kurikulum, dan kesinambungan pendampingan agar hasilnya berdaya guna bagi masyarakat,” ujar Dr. Marwa saat ditemui di Pekanbaru, Jumat (10/10/2025).
Dr. Marwa menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat lokal dan kesiapan tenaga pendidik yang memahami konteks sosial serta budaya daerah masing-masing. Sekolah Rakyat bukan hanya menjadi tempat belajar bagi anak-anak, tetapi juga wadah pemberdayaan masyarakat secara luas.

“Pendidikan berbasis komunitas harus berakar pada kearifan lokal. Guru, fasilitator, dan dosen pendamping perlu dilatih untuk menerapkan pendekatan kontekstual dan humanis, bukan hanya menyalin pola pendidikan formal,” tambahnya.
Sebagai Ketua Program Studi Magister Pedagogi, Dr. Marwa menyatakan kesiapan prodi untuk mendukung pelaksanaan Sekolah Rakyat melalui penelitian terapan, pelatihan guru, pendampingan pembelajaran, dan pengabdian masyarakat di kabupaten dan kota di Riau.
“Prodi Magister Pedagogi siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mengembangkan model pembelajaran efektif, menyusun modul kontekstual, dan melakukan evaluasi dampak program. Kami ingin memastikan bahwa Sekolah Rakyat bukan hanya seremonial, tetapi menjadi transformasi nyata bagi pendidikan Riau yang lebih merata dan berkeadilan,” tegasnya.
Dr. Marwa juga mengajak pemerintah provinsi dan lembaga pendidikan untuk membangun kolaborasi lintas sektor, memastikan keberlanjutan program dari sisi pendanaan, infrastruktur, dan kebijakan.













