PEKANBARU – Provinsi Riau menjadi saksi pelaksanaan perdana Riau Edutech Campus Summit 2025, sebuah ajang edukasi bergengsi yang diselenggarakan oleh PGRI Provinsi Riau. Acara ini berlangsung selama tiga hari, dimulai dari tanggal 22 hingga 24 Januari 2025, bertempat di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru.
Dengan tema “Menyongsong Pendidikan Masa Depan: Kolaborasi Digital untuk Meningkatkan Kualitas Pengajaran”, kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi siswa-siswi SMA dan SMK dalam memperoleh informasi mengenai pendidikan tinggi sekaligus mendorong inovasi dalam dunia pendidikan.
Acara resmi dibuka oleh Ketua LLDIKTI Wilayah XVII, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi digital sebagai langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di era modern.
Dia menyampaikan bahwa transformasi pendidikan tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berdaya saing global.
Hari pertama pelaksanaan diisi dengan sesi talkshow yang menghadirkan tiga narasumber terkemuka. Edi Rusma Dinata, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, membuka diskusi dengan memaparkan strategi peningkatan kualitas pengajaran melalui pendekatan berbasis teknologi. Selanjutnya, Dr. H. Nopriadi, SKM, M.Kes memberikan wawasan mengenai peran institusi pendidikan tinggi dalam mendukung transformasi pendidikan. Sebagai penutup, Farhan, S.T., seorang influencer pendidikan yang dikenal luas, memberikan perspektif inspiratif mengenai pentingnya adaptasi generasi muda terhadap perkembangan teknologi di dunia pendidikan.

Usai sesi diskusi, peserta yang terdiri dari 5.000 siswa-siswi SMA dan SMK dari berbagai wilayah di Provinsi Riau diajak untuk mengunjungi booth-booth yang telah disiapkan oleh perguruan tinggi dan sponsor acara. Setiap booth menawarkan informasi lengkap mengenai program studi, keunggulan institusi, serta peluang karier yang dapat dijajaki oleh calon mahasiswa. Interaksi langsung ini diharapkan mampu membantu siswa dalam menentukan arah pendidikan mereka ke jenjang yang lebih tinggi.
Dalam pidatonya, Ketua PGRI Provinsi Riau, Prof. Dr. Adolf Bastian, S.Pd., M.Pd., menekankan bahwa acara ini dilaksanakan sebagai salah satu bentuk komitmen dan kontribusi nyata PGRI dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Riau.
Pria kelahiran Dalu-dalu, Rohul itu menggarisbawahi bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan bangsa dan pemutus rantai kemiskinan.
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Riau saat ini berada pada 34,86 persen, sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 32 persen. Namun, angka ini masih jauh dari target 60 persen yang dicanangkan untuk tahun 2045. Oleh karena itu, acara ini diharapkan mampu menjadi katalis dalam meningkatkan APK di Riau,” terang Ketua PGRI Riau yang juga Direktur Pascasarjana Unilak itu.
Dia mengatakan, bahwa PGRI Provinsi Riau juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor utama seperti Bank Riau, Riau Petroleum, Indosat Tree, Rumah Sakit Aulia, UMKM, dan PT Garuda Cyber, yang telah berkontribusi dalam menyukseskan acara ini. Partisipasi aktif dari berbagai perguruan tinggi, baik dari dalam maupun luar Riau, turut memperkaya pengalaman peserta meskipun keterbatasan tempat membatasi jumlah institusi yang dapat berpartisipasi secara langsung.













