Rokan Hulu Bersiap Terima Investasi Asing Hingga Capai 15 Triliun

PEKANBARU – Investasi luar negeri sebesar Rp 15 triliun akan dialokasikan untuk Provinsi Riau guna pengembangan lahan tebu dan konstruksi pabrik pengolahan di Kabupaten Rokan Hulu. Rencananya, proyek ini akan fokus pada pasar ekspor dan diharapkan dapat meningkatkan capaian investasi lokal sepanjang tahun 2025.
Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Helmi, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau. Ia menegaskan bahwa masuknya investasi ini akan memperkuat kontribusi penanaman modal asing (PMA) di Riau, yang dalam tiga tahun terakhir lebih didominasi oleh investasi dalam negeri (PMDN). Dikutip dari GoRiau.com pada Selasa (5/8/2025).
“Tiga tahun terakhir, kita justru bersyukur karena PMDN lebih besar dibanding PMA. Ini artinya, pengusaha nasional lebih banyak terlibat. Namun tahun ini akan masuk investasi asing sekitar Rp 15 triliun untuk penanaman tebu di Rokan Hulu dan pabriknya. Orientasinya ekspor,” jelas Helmi.
Ditargetkan bahwa investasi untuk Riau pada tahun 2025 akan mencapai Rp 95 triliun berdasarkan keputusan pemerintah pusat. Sementara itu, Pemerintah Provinsi Riau menetapkan target sebesar Rp 87 triliun. Hingga awal bulan Agustus, realisasi investasi baru mencapai 40 persen dari target nasional.
“Kita selalu ingin mengejar target nasional. Kalau target nasional tercapai, maka otomatis target komisi dan kinerja juga tercapai,” tuturnya dengan penuh harapan.
Helmi juga menambahkan bahwa ada beberapa faktor yang membuat Riau tetap menjadi pusat perhatian bagi investor. Di antaranya adalah iklim investasi yang ramah, kemudahan dalam mendapatkan izin, serta keunggulan lokasi geografis. Saat ini, investor tidak perlu lagi datang langsung ke kantor untuk mengurus izin karena sistem pelayanan sudah beralih ke digital.
“Kalau mereka datang ke kantor, artinya mereka perlu bantuan. Maka kita sediakan kemudahan itu,” ujarnya tegas.
Ia juga menekankan bahwa posisi strategis Riau di tengah Pulau Sumatera memberikan keuntungan tersendiri. Pengembangan infrastruktur jalan tol yang sedang berlangsung akan menghubungkan berbagai Provinsi di Sumatera dengan Riau sebagai pusatnya. Selain itu, keberadaan pelabuhan laut di Dumai akan memperluas akses ekspor.
“Pelabuhan Dumai nanti akan menjadi tandingan dari Port Klang di Malaysia. Ini membuka peluang besar bagi ekspor dari Riau,”tutupnya. Tulis (Mo).