Kematian ADP Diplomat Muda, Ditemukan Wajah Penuh Lakban

RIAUSMART.COM – Kematian  diplomat muda, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bernama ADP (39)  meninggal dalam kejanggalan penuh teka-teki. Ia pernah menjadi saksi pada kasus perdagangan manusia di jepang.
Direktur Perlindungan WNI di Kemlu RI, Judha Nugraha, menyampaikan almarhum pernah bersaksi dalam kasus TPPO.
 “Almarhum dahulu menjadi saksi dalam kasus TPPO di Jepang. Kasus ini sudah berlangsung cukup lama dan, sampai yang saya tahu, sudah berakhir,” ungkap Judha dikutip dari CNN pada Kamis (10/7/2025).
Judha meminta masyarakat tak mengaitkan kematian ADP sebagai rantai dari penanganan kasus yang pernah ia tangani, dan tetap menunggu hasil penyidikan.
“Jangan dikait-kaitkan. Kita tunggu hasil penyelidikan polisi. Kami tidak ingin berspekulasi,” ucapnya.
ADP bergabung menjadi diplomat fungsional muda sejak 2014, ditempatkan di KBRI Dili, Timor Leste, dan juga KBRI Buenos Aires, Argentina. Delapan tahun kemudian ia ditempatkan pada bagian perlindungan WNI.
“Mas Daru (sapaan ADP) pernah membopong anak-anak telantar di Taiwan, turun langsung saat evakuasi korban gempa di Turki, dan terakhir membantu evakuasi dari Iran,” ujar Judha sambil menahan tangis.
Padahal ADP akan menjalani tugas diplomatik ke KBRI Helsinki, Finlandia, pada akhir Juli ini. Namun takdir berkata lain.
“Perpisahan ini menjadi perpisahan selamanya. Tapi kita harus yakin, Allah adalah sebaik-baiknya pemilik rencana. Kami bersaksi, almarhum adalah orang baik. Insya Allah husnul khatimah,” ujar Judha haru.
ADP ditemukan tewas di kamar kos dengan wajah terbungkus isolasi atau lakban pada pukul 08.30 WIB di kawasan  Gondangdia Kecil, Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa
Sayangnya, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan barang pribadi almarhum tidak ada yang hilang. Sidik jari ADP juga ditemukan pada lakban yang menutupi wajahnya. Tulis (Mo).