Kian Dilirik, Magister Lingkungan Unilak Tumbuh Dua Kali Lipat di Tengah Lonjakan Kesadaran Hijau

PEKANBARU – Program Studi Magister Ilmu Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak), mencatat kenaikan signifikan jumlah mahasiswa baru pada tahun akademik 2025/2026, meningkat hingga 100 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan kepercayaan publik yang terus tumbuh terhadap kualitas pendidikan pascasarjana Unilak, terutama dalam pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan.
Dekan Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd, menyatakan bahwa peningkatan ini hasil sinergi kualitas akademik, penguatan kapasitas dosen, dan strategi promosi pendidikan berkelanjutan.
“Masyarakat kini lebih sadar pentingnya pendidikan lingkungan hidup. Unilak berkomitmen menyediakan ruang akademik yang unggul, aplikatif, dan adaptif terhadap isu pembangunan hijau di Riau dan Indonesia,” ujarnya.
Mayoritas mahasiswa baru berasal dari profesional muda, Aparatur Sipil Negara (ASN), serta pegawai industri dan pemerintahan yang ingin memperdalam kompetensi di bidang lingkungan, tata kelola sumber daya alam, dan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Mereka juga aktif dalam proyek konservasi, pengelolaan limbah, dan adaptasi perubahan iklim.
Ketua Program Studi, Dr. Husni Mubarak, ST., M.Sc, CST., menambahkan bahwa keberhasilan tersebut didukung pembaruan kurikulum berbasis riset terapan, kolaborasi lintas disiplin, dan model pembelajaran blended learning agar fleksibel bagi mahasiswa yang bekerja.
“Kami ingin lulusan kami menjadi agen perubahan pengelolaan lingkungan berkelanjutan,” jelasnya.
Fokus penelitian program ini meliputi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di pesisir dan perkotaan, pengelolaan limbah dan energi terbarukan, tata kelola hutan dan lahan gambut, kebijakan lingkungan dan pengelolaan risiko bencana, pembangunan hijau berbasis masyarakat (green economy), serta manajemen konflik di masyarakat.
Selain itu, Unilak sedang mendirikan Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) untuk pelatihan kompetensi penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL-UPL), Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL), dan aspek teknis pengelolaan lingkungan hidup lainnya.
Unilak juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Dinas Lingkungan Hidup Riau, serta beberapa universitas mitra tingkat nasional dan ASEAN (Association of Southeast Asian Nations). Bentuk kerja sama mencakup riset bersama, publikasi internasional, dan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian.
Program Magister Ilmu Lingkungan (MIL) Unilak membuka penerimaan mahasiswa baru untuk semester ganjil dan genap. Pendaftaran selanjutnya akan dibuka kembali pada Februari 2025/2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara online melalui tautan berikut: klik disini untuk info selengkapnya.