PASIRPENGARAIAN – Terkait pemberitaan Form Tibet dan salah seorang Kepala Desa di Kecamatan Kepenuhan yang tidak mengakui serta menolak kepengurusan Koperasi Sawit Timur Jaya (Kopsatimja) periode 2021-2025 yang terpilih pada 01 April 2021 lalu, membuat wakil Kopsatimja, A Karim angkat bicara, Rabu (07/04).
Disampaikan A Karim, dirinya merupakan pelaku sejarah dari awal MOU antara Kopsatimja dengan PT AMR pada beberapa tahun yang lalu.
“Termasuk Kades Azhar AS, Saya Ketua Pemuda Kades Azhar sekaligus Sekretaris Kopsatimja,” jelasnya.
Diakui A Karim, CPP yang disahkan Bupati Memang 503 KK, namun karena bermasalah pada masa kepemimpinan Alm Iskandar, dimintalah pada 503 KK untuk mengumpulkan administrasi berupa KK dan KTP.
“Hal ini agar Kopsatimja mendapat dukungan nyata dari masyarakat dan setiap anggota juga kita minta untuk meminjam Uang ke BRI sebagai pembangunan Kebun Sawit. Namun diantara 503 KK, hanya 200 KK yang menyerahkan KK dan KTP , 303 tidak menyerahkan karena takut melihat masalah yang timbul bila mereka menyerahkan,” jelasnya.
Dijelaskan A Karim, anggota koperasi pinjaman KUR tahap 1 senilai Rp 75 juta per KK dikali 100 KK berjumlah Rp 7,5 Miliyar, selanjutnya diarahkan ke PT AMR.
“Lalu dilanjuti pinjaman KUR tahap 2 senilai Rp 95 juta per KK dikali 100 KK berjumlah Rp 9,5 Miliar baru 4 Miliyar lebih.. sisanya masih tertahan di BRI,” tambahnya.
“Dikarenakan PT AMR tidak mengalokasikan dana tersebut dengan baik dan mengatakan dana yang diperoleh dari pinjaman tersebut dijadikan sebagai Dana Definansing Kopsatimja kepada PT AMR, dan pinjaman itu menjaminkan Surat Tanah Masyarakat yang 200 KK yang memberikan rekomendasi untuk pinjaman adalah Kades Azhar AS,” lanjut a Karim panjang lebar.
Oleh karena itu tambah A Karim, hingga sekarang dikenal KUR 1 dan KUR 2 yang semua kebunnya dibangun oleh PT AMR, namun dengan Pembiayaan dari 200 KK Masyarakat yang telah menjaminkan Surat Tanah mereka untuk pinjaman pembangunan tersebut.
“Saya sempat sesat menjadi bagian PT AMR, tapi sekarang saya sadar. Saya harus mementingkan Masyarakat bukan menjadi tameng perusahaan. Saya mengaku hilaf dan insyaallah sekarang saya sudah kembali kejalan yang benar. Dan saya siap menyatakan batil itu batil dan benar itu benar,” ungkap A Karim kepada awak media.
A Karim mengaku seluruh pengurus baru Kopsatimja akan membenahi koperasi tersebut menjadi lebih baik dan tentunya akan menyesaikan satu persatu persoalan yang ada salah satunya untuk masyarakat yang tergabung di Form Ttibet.
Sementara itu, Ketua Kopsatimja terpilih, Jasmanedi juga membenarkan tanggapan dari salah seorang pelaku sejarah berdirinya Kopsatimja tersebut.
“Beliau juga pejuang di Koperasi ini, bahkan ia berkorban hingga dipenjara karena memperebutkan lahan untuk Masyarakat. Jadi kalau kita mau jujur serta menyatakan kebenaran, Insyaallah koperasi ini akan jelas dan kuat,” kata Jasmanedi.
Ditempat yang sama, Sekretaris Kopsatimja terpilih, Rahmad mengatakan sejauh ini Administrasi Kopsatimja belum sempurna dan masih harus ada perbaikan.
“Sesuai saran dari Kepala Dinas Koperasi, Kita akan benahi administrasi, dan kita juga berharap kepada Pembina, Kades Azhar AS untuk dapat netral dan tidak berpihak kepada pihak manapun,” katanya.
“Pembina sepantasnya membina untuk koperasi yang beliau bina,bukan mendukung untuk menghambat membuat koperasi binaannya hancur,”tukasnya.