PEKANBARU – Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali membuktikan diri sebagai institusi pendidikan pilihan bagi para profesional dan tokoh publik di Riau. Kali ini, Dodi Irawan, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau sekaligus Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Riau, sukses mempertahankan tesisnya dalam ujian sidang Magister Ilmu Hukum, Kamis (05/02/2026).
Mengambil konsentrasi Hukum Tata Negara (HTN), Dodi Irawan tampil percaya diri di hadapan dewan penguji. Ia mengangkat judul tesis yang sangat relevan dengan tugas dan fungsinya sebagai legislator, yakni: “Impelementasi Fungsi Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Dalam Pergeseran Antar Organisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 Tentang Pengelolaan Keuangan Daerah.”
Usai menjalani sidang, Dodi mengungkapkan rasa syukurnya karena proses ujian berjalan lancar. Ia mengaku sangat menguasai materi yang diujikan karena berkaitan erat dengan aktivitas profesionalnya sehari-hari dalam mengawasi anggaran daerah.

“Ujian hari ini enjoy, saya tidak merasa grogi sedikitpun. Materi yang diuji adalah materi yang saya kuasai di bidang pekerjaan saya. Pengujinya juga mantap,” ujar Dodi.
Dalam penelitiannya, Dodi menyoroti pentingnya kepatuhan terhadap PP Nomor 12 Tahun 2019 dalam tata kelola keuangan daerah. Ia memberikan pandangan kritis akademis mengenai fenomena pergeseran anggaran yang dilakukan melalui instrumen hukum yang tidak semestinya, yang menurutnya berpotensi melemahkan fungsi pengawasan DPRD.
“Dalam PP Nomor 12 Tahun 2019 itu, apapun terkait pergeseran, perubahan, pengurangan, atau penambahan anggaran, tidak bisa melalui pergeseran sepihak. Harus dibahas bersama DPRD. Jika dilakukan tanpa persetujuan, saya khawatir APBD berjalan tanpa pengawasan dan rentan korupsi,” tegas Dodi menjelaskan urgensi penelitiannya.

Ia berharap hasil penelitian ini tidak hanya menjadi dokumen akademis semata, tetapi dapat memberikan kontribusi nyata bagi perbaikan tata kelola pemerintahan di Provinsi Riau.
“Saya berharap hasil tesis ini bisa menjadi khasanah keilmuan ke depan dan menjadi masukan ‘vitamin cerdas’ untuk pemerintah daerah, baik eksekutif maupun legislatif, agar tata kelola keuangan lebih tertib, transparan, dan efisien,” tambahnya.
Di sela-sela wawancara, Dodi Irawan juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pelayanan dan iklim akademik di Sekolah Pascasarjana Unilak. Menurutnya, kesibukan sebagai pejabat publik dan pimpinan partai politik tidak menjadi penghalang untuk menuntut ilmu di Unilak karena sistem yang mendukung dan komunikasi yang baik.
“Belajar ini tidak ada batas umur, waktu, dan profesi. Saya pikir belajar di Unilak ini menyenangkan. Dosen-dosennya menyenangkan, pihak akademiknya juga menyenangkan. Komunikasinya bagus,” ungkap Dodi.














