SALAK TINGGI — Dosen Fakultas Pendidikan dan Vokasi Universitas Lancang Kuning (Unilak) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) internasional yang dilaksanakan di beberapa sekolah menengah di Selangor, Malaysia.
Kegiatan PkM ini mengusung tema “Mengenalkan Potensi Kearifan Lokal Songket Melayu Riau”, dengan sasaran utama para guru sekolah menengah di Selangor Malaysia. Program ini bertujuan memperkenalkan nilai-nilai budaya Melayu Riau yang terwujud dalam kerajinan songket sebagai warisan lokal yang memiliki nilai estetika, ekonomi, dan identitas budaya tinggi.
Selama pelaksanaan kegiatan, para dosen Unilak memberikan pelatihan, seminar, dan sesi interaktif mengenai sejarah, filosofi, serta proses pembuatan produk dari perca kain songket Melayu Riau. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi tentang bagaimana kearifan lokal dapat diintegrasikan dalam proses pembelajaran, sehingga nilai-nilai budaya dapat diwariskan kepada generasi muda di era globalisasi.

Kegiatan ini juga menjadi ajang kolaborasi internasional antara Fakultas Pendidikan dan Vokasi (Fadiksi) Universitas Lancang Kuning dengan beberapa sekolah mitra di Malaysia, serta memperkuat hubungan antar lembaga pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Dekan Fakultas Pendidikan dan Vokasi Unilak, Dr. Herlinawati, bersama tim PkM Internasional Ermina Sari, M.Sc dan Sean Martha Efastri, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring internasional kampus dan memperkenalkan kekayaan budaya Riau ke kancah global.
> “Kami ingin para guru di Malaysia juga mengenal dan mengapresiasi warisan budaya Melayu Riau melalui produk-produk kerajinan yang bernilai ekonomis. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan akademik, tetapi juga memperkuat identitas budaya serumpun,” ujarnya.

Dr. Herlinawati menyampaikan bahwa kegiatan PkM juga sedang dilaksanakan untuk diperkenalkan kepada masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi dan industri kreatif bagi ibu rumah tangga di Pekanbaru Riau. Kegiatan tersebut didampingi juga oleh Dr. Zamzami sebagai pakar materi digital marketing produk kreatif di Riau dan Efti Novita Sari, M.M sebagai pemateri kewirausahaan industri rumah tangga.
Pengenalan potensi kearifan lokal ini mendapat sambutan hangat dari _Director of Education__ Khalifah Education Foundation Dr. Hazrizal Abdul Jamil yang turut hadir dari Irlandia, beliau adalah sekaligus sebagai _academic advisor_ sekolah Khalifah Model School. Beliau menyatakan ketertarikan untuk menjadikan materi tentang kearifan lokal atau budaya daerah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis budaya di sekolah mereka. Principal Khalifah Model School Dr. Qoyyum dan Dr. dr Aqtar juga sangat menyambut baik kegiatan PkM ini sebagai bagian dari kerjasama yang dapat memberikan manfaat bagi kedua institusi tersebut.














