SIAK – Di tengah tantangan pengelolaan limbah ternak yang kerap menghambat petani, Sekolah Pascasarjana Universitas Lancang Kuning (UNILAK) hadir membawa solusi inovatif yang nyata bagi masyarakat Kampung Bekalar, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak melalui program pengabdian masyarakat bertajuk ‘Penerapan Mesin Kotoran Hewan sebagai Upaya Peningkatan Efisiensi Pemanfaatan Pupuk Organik Berkualitas di Poktan Pondok 1 Palapa’. Program ini menerima sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari para petani setempat.
Semangat mengisi udara di lokasi pelatihan saat tim dosen UNILAK yang dipimpin oleh Dr. Ir. Yuliana Susanti, S.P., M.Si., bersama rekannya Dr. Indra Purnama, M.Sc., dan Dr. Amalia, S.P., M.M., memperkenalkan mesin pencacah kotoran hewan. Perangkat ini dirancang khusus untuk mempermudah proses pembuatan pupuk organik yang selama ini memakan waktu dan tenaga cukup besar bila dilakukan dengan cara tradisional.
“Selama ini, petani harus mengolah kotoran ayam secara manual yang tidak hanya melelahkan tapi juga memakan waktu lama. Mesin pencacah ini membuat proses menjadi lebih cepat dan efisien, sehingga pupuk yang dihasilkan memiliki kualitas tinggi dan dapat langsung dimanfaatkan maupun dipasarkan,” ujar Dr. Yuliana dengan penuh keyakinan di tengah sesi pelatihan.
Kegiatan ini tidak hanya terbatas pada penjelasan teknis saja, tetapi juga memberi ruang bagi petani untuk berpartisipasi aktif secara langsung.
Petani diberi kesempatan langsung mempraktikkan penggunaan mesin dan proses fermentasi pupuk, serta mendapatkan pembekalan mengenai strategi pemasaran yang membuka pintu baru bagi usaha mereka. Suasana hangat penuh semangat terlihat dari antusiasme petani yang penuh rasa ingin tahu, berani bertanya, dan berdiskusi secara aktif.
Dadang, sekretaris Kelompok Tani Kampung Bekalar, mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan penuh keyakinan,

“Program ini betul-betul membantu kami. Mesin ini membuat pekerjaan lebih ringan dan hasil pupuk jauh lebih baik. Kami berharap program ini terus berkelanjutan, karena dampaknya sangat besar bagi kesejahteraan kami,” ujarnya.
Program ini menjadi bagian tak terpisahkan dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi UNILAK yang fokus pada pengabdian masyarakat. Dengan dukungan dana hibah Dikti 2025, pengabdian ini menegaskan komitmen UNILAK sebagai mitra terpercaya masyarakat dalam menciptakan inovasi teknologi yang bermanfaat dan berkelanjutan.
Prof. Dr. Adolf Bastian, S.Pd., M.Pd., Dekan Sekolah Pascasarjana UNILAK, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami sangat mendukung penuh inovatif tim dosen dalam menerapkan mesin pengolah kotoran hewan ini sebagai bagian dari pengabdian masyarakat. Program ini tidak hanya memberikan solusi teknologi tepat guna yang nyata, tetapi juga berkontribusi dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Kandis. Inovasi seperti ini menunjukkan komitmen kami untuk terus menghadirkan kontribusi akademik yang aplikatif, terencana, dan berkelanjutan demi kemajuan daerah dan bangsa,” sebutnya panjang lebar.
Dengan mesin pengolah kotoran hewan ini, diharapkan kelompok tani dapat mengelola limbah ternak secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang mahal, dan membuka peluang usaha ramah lingkungan. Model ini juga diharapkan menjadi contoh yang dapat diadopsi desa-desa lain di Siak dan seantero Riau.
“Pengabdian kami terhadap masyarakat bukan saja bentuk tanggung jawab akademik, tapi juga panggilan hati untuk berbagi ilmu dan inovasi yang membumi. Kami berkomitmen terus mendampingi masyarakat maju bersama demi masa depan yang lebih sejahtera,” tegas Dr. Yuliana mengakhiri.














