Kolaborasi dengan PGRI Riau, Unilak Gelar Seminar Nasional

PEKANBARU – Perpustakaan yang dikelola secara modern dan berbasis digital menjadi kebutuhan yang semakin mendesak dalam dunia pendidikan saat ini. Menyadari hal tersebut, Universitas Lancang Kuning (Unilak) bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau menggelar Seminar Nasional bertajuk Transformasi Perpustakaan dan Marketing Informasi. Acara yang diselenggarakan pada Selasa (18/02) ini diselenggarakan secara hybrid di Aula Pustaka Unilak dengan jumlah gabungan 800 peserta.
Wakil Rektor I Unilak, Dr. Zamzami, S.Kom., M.Kom., dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya seminar ini. Ia menegaskan bahwa perpustakaan merupakan jendela ilmu yang berperan penting dalam kemajuan pendidikan.
“Siapa pun yang memiliki ilmu akan mampu menguasai dunia, baik dalam bidang akademik maupun profesional,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pergeseran sistem perpustakaan dari konvensional ke digital, yang semakin mempercepat akses informasi dan memperluas cakupan literasi.
Selain itu, ia juga menyampaikan informasi terkait penerimaan mahasiswa baru Program Studi Manajemen dengan konsentrasi Perpustakaan, baik melalui jalur reguler maupun Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ia menjelaskan syarat-syarat penerimaan mahasiswa pada program ini dan menekankan bahwa program ini bertujuan untuk mencetak tenaga profesional di bidang perpustakaan yang memiliki pemahaman mendalam mengenai manajemen perpustakaan modern.

Saat dikonfirmasi oleh tim media Pascasarjana, Dr. Zamzami berharap agar seminar ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya akreditasi perpustakaan serta langkah-langkah strategis dalam proses akreditasi. Selain itu, ia juga berharap seminar ini dapat meningkatkan kapasitas pustakawan dan pengelola perpustakaan dalam memenuhi standar akreditasi serta membangun jaringan antara perpustakaan untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan perpustakaan.
Seminar ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Pekanbaru, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Ketua PGRI Provinsi Riau, serta Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Provinsi Riau. Selain itu, hadir pula perwakilan dari berbagai forum perpustakaan dan organisasi pustakawan di Riau.
Dekan Pascasarjana Unilak yang juga Ketua PGRI Riau, Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd., menegaskan bahwa PGRI kini memasuki era digitalisasi yang semakin menuntut peningkatan kompetensi tenaga kependidikan.

“Kami sangat fokus pada cyber pedagogi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), dan robotika. Saat ini, kami sedang melatih satu juta guru, termasuk tenaga perpustakaan, agar dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” ungkapnya.
Seminar ini menghadirkan narasumber berpengalaman, yaitu Deputi Bidang Pengembangan Sumberdaya Perpustakaan, Dr. Adin Bondar Pasaribu, S.Sos., M.Si., Direktur Standarisasi dan Akreditasi Perpustakaan Nasional RI, Dra. Made Ayu Wirayati, M.I.Kom., serta Kepala MAN 1 Kuantan Singingi, H. Suhelom, M.A., C.QEM. Para pemateri membahas berbagai strategi dan inovasi dalam pengelolaan perpustakaan modern, termasuk pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan layanan perpustakaan.
Dengan adanya seminar ini, diharapkan para peserta, termasuk pustakawan, pendidik, dan akademisi, dapat memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung literasi digital serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.