PEKANBARU – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun PGRI ke-79 yang lahir 25 November 1945 dan Hari Guru Nasional 2024, PGRI Riau melaksanakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat organisasi dan mendorong inovasi pendidikan di era digital.
Acara puncak yang diadakan di Pekanbaru ini dihadiri oleh berbagai elemen pendidikan, termasuk guru, tenaga kependidikan, dan perwakilan pemerintah, yang menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan di provinsi tersebut.
Ketua PGRI Provinsi Riau, Dr. Adolf Bastian, M.Pd, yang juga menjabat sebagai Direktur Pascasarjana Universitas Lancang Kuning, menekankan pentingnya peran guru dalam menciptakan generasi yang berkualitas.

“Pelantikan badan kelengkapan organisasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat struktur PGRI di Riau. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan sinergi di antara kita dalam upaya memperbaiki mutu pendidikan di daerah ini,” katanya.
Pernyataan ini mencerminkan tekad PGRI Riau untuk menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak kesejahteraan guru dan meningkatkan profesionalisme pendidik serta perlindungan hukum bagi guru dan keluarga guru.
Salah satu kegiatan unggulan dalam rangkaian acara tersebut adalah seminar bertema “Menjadi Guru Asik Zaman Now” yang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para guru mengenai metode pengajaran yang inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dr. Adolf menambahkan, bahwa PGRI Riau akan berupaya agar para guru tidak hanya berfungsi sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai inspirator bagi siswa. Dengan pendekatan yang menarik dan relevan, diharapkan siswa dapat lebih antusias dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa PGRI Riau berkomitmen untuk mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar pembelajaran.
Selain seminar, PGRI Riau juga menyelenggarakan PORSENI (Pekan Olahraga dan Seni), yang mencakup lomba video pembelajaran berbasis teknologi, lomba vokal solo, dan lomba bakiak. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan peserta dari 12 kabupaten dan kota di Riau, dan bertujuan untuk mendorong kreativitas guru serta mempererat hubungan antar pendidik.
“Melalui lomba-lomba ini, kami ingin mendorong kreativitas guru dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran, serta menumbuhkan semangat kebersamaan,” ungkap Dr. Adolf.













