Strategi Membaca Berbantuan Bahasa Isyarat Tingkatkan Literasi Siswa Berkebutuhan Khusus

PEKANBARU – Sebuah inovasi edukatif hadir di SLB Negeri Sri Mujinab Pekanbaru pada Rabu, 23 Juli 2025. Tim Pengabdian kepada Masyarakat yang dipimpin oleh Ramanda Rizky, M.Pd., menggelar kegiatan bertajuk “Reading Strategy Berbantuan Bahasa Isyarat bagi Siswa Berkebutuhan Khusus”, yang bertujuan meningkatkan keterampilan literasi siswa melalui pendekatan inklusif dan komunikatif.
Bersama tim pengabdian lainnya, Meta Silfia Novembli, M.Pd., Nisaul Hasanah, M.Psi., Psikolog, Ibra Naziva Salwa, dan Dini Muktia Roza, kegiatan ini menyatukan unsur pendidikan, psikologi, dan pendekatan humanistik dalam satu strategi pembelajaran yang menarik dan aplikatif.
Melalui metode membaca berbantuan bahasa isyarat, para siswa disuguhi pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga selaras dengan kebutuhan mereka. Kegiatan ini menjadi ruang untuk meningkatkan pemahaman bacaan, juga menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara guru dan siswa tunarungu atau siswa dengan hambatan komunikasi lainnya.
“Pendekatan ini didasarkan pada kebutuhan riil di lapangan. Banyak siswa SLB yang memiliki potensi besar, tetapi terkendala oleh keterbatasan akses strategi belajar yang sesuai. Bahasa isyarat menjadi jembatan yang sangat penting,” ujar Ramanda Rizky.
Dalam pelaksanaannya, tim tidak hanya memberikan pelatihan membaca dengan media visual dan isyarat, tetapi juga membangun interaksi dua arah yang menyenangkan antara siswa dan fasilitator. Pendekatan psikologis pun turut diberikan untuk memastikan metode yang diterapkan sesuai dengan karakteristik masing-masing anak. Psikolog Nisaul Hasanah menegaskan pentingnya pemahaman aspek emosional dan kognitif anak dalam setiap proses pembelajaran.
Antusiasme para siswa dan guru terlihat jelas selama kegiatan berlangsung. Mereka mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat, mulai dari pengenalan strategi membaca, latihan memahami teks dengan bahasa isyarat, hingga diskusi interaktif yang melibatkan simbol visual dan ekspresi tubuh.
Melalui inisiatif ini, diharapkan strategi membaca berbantuan bahasa isyarat dapat menjadi solusi efektif dalam menjembatani hambatan belajar siswa berkebutuhan khusus, sekaligus memperkuat semangat inklusi dalam dunia pendidikan Indonesia.