PASIRPENGARAIAN – Disela – sela menjelang upacara hari guru nasional 2022, tingkat kabupaten Rokan Hulu yang dipusatkan di SMK N 1 Tambusai, ada hal yang menarik ketika bincang ringan dengan wakil bupati H. Indra gunawan, kadis pendidikan, camat Muammer ghadafi, kepala sekolah wardana dan tokoh pendidikan Riau DR. Adolf Bastian, dimulai dari kisah kenakalan waktu sekolah sampai piala dunia di Qatar.
Satu – satunya piala dunia yang diawali pembacaan ayat suci Al Quran cuma di Qatar, kata seorang tokoh, lalu ditimpali yang lain, Negara Qatar tidak mau diatur oleh amerika dan Eropa.
Kemudian DR. Adolf Bastian direktur pasca UNILAK sekaligus ketua PGRI Rokan Hulu dengan meyakinkan mengatakan, itu karena Qatar negara kaya, kalau negara kaya tidak akan bisa dijengkali, makanya ekonomi itu penting.
Sampai kalimat ekonomi itu penting, tanpa ragu semuanya mengangguk ringan, seolah – olah satu pemahaman, dan saya pun ikut mengangguk sambil menerawang jauh ke zaman Nabi.

Ketika nabi hijrah, ada tiga pilar utama yang dilakukan ketika sampai di madinah, yang pertama mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum ansor, sebagai pilar persatuan, yang kedua, membangun masjid, sebagai pilar pemerintahan, dan yang ketiga, membangun pasar, sebagai pilar ekonomi umat.
Nabi sangat paham, bahwa agama ini jika tidak ditopang dengan kekuatan ekonomi, maka akan jalan di tempat, karena untuk mengirim surat – surat saja ke raja – raja pada masa itu harus menggunakan kertas dan tinta, apalagi untuk mengutus delegasi maka butuh kepada kekuatan ekonomi.
Membangun pasar di madinah merupakan jalan untuk melahirkan pengusaha handal dari kalangan sahabat, karena pasar yang ada sudah dikuasai oleh yahudi.
Jika tetap mengikuti pola pasar yang dikuasai yahudi, maka umat islam tidak akan bangkit dibidang ekonomi, jangankan setara mendekati pun tidak akan diberi peluang, sama halnya dengan ekonomi umat islam hari ini.
Dengan ekonomi yang bagus, maka para sahabat tidak berat untuk terjun ke medan dakwah dan menyebarkan islam.

Bagaimana mungkin sahabat diutus nabi sampai ke china, ujung afrika dan ke nusantara untuk menyampaikan risalah islam, tanpa dibekali dana yang cukup, dan mustahil dengan mengharap belas kasihan orang lain, sedangkan nabi bersabda tangan di atas lebih baik dari tangan dibawah.
Ekonomi yang kuat membuat suatu negara menjadi bermarwah, bukti bahwa ekonomi umat islam kuat pada masa lalu, sulitnya untuk mencari fakir miskin yang akan menerima zakat, infak dan sedekah,sehingga disalurkan jauh ke afrika.
Sebagai bukti nyata bahwa ekonomi yang kuat membuat negara bermarwah hari ini adalah qatar, dengan helat piala dunia, yang tidak mau mengikuti aturan negaranya silahkan balik arah, jerman dengan simbol LGBTnya terpaksa balik arah.
Coba seandainya Qatar negara miskin dengan ekonomi morat marit, kira – kira mampu tidak untuk bersikap demikian, mungkin yang terjadi malahan bagaimana semua aturan dilonggarkan agar pengunjung datang sebanyak – banyaknya, dengan alasan agar membantu ekonomi negara.
Fakir mendekati kufur, demikian sabda nabi, berapa banyak yang hilang marwah dan harga dirinya karena fakir, berapa banyak yang hilang izzahnya karena fakir, berapa banyak negara menjadi lacur karena fakir, dan berapa banyak guru yang lalai karena asap dapurnya yang belum terpenuhi dengan baik, sehingga murid – muridnya menjadi fakir ilmu.
Memang tidak segala hal bermuara kepada ekonomi, tetapi ekonomi yang baik lebih bisa berbuat banyak untuk umat, guru yang ekonominya baik akan lebih fokus dalam mendidik, sebagaimana halnya pemain bola kaki, bagaimana mungkin bermain dengan cantik kalau ekonomi di rumahnya amburadul, karena dibayar mahal maka mereka bermain dengan baik.
Seandainya guru diposisikan sebagai pemain bola kaki, sudah berapa banyak mencetak murid – murid yang handal, sebagaimana pemain bola kaki yang profesional mencetak gol, semua itu tak lepas dari ekonomi yang mapan.
Sudah saatnya umat islam bangkit secara ekonomi, agar punya marwah dimata bangsa lain, diawali dengan memperbaiki ekonomi guru supaya lebih fokus melahirkan anak negeri yang ahli di segala bidang.
Selamat hari guru 2022, jangan kalah dengan pemain bola kaki, dunia sementara akhirat selamanya.
Oleh : Rahmat Taufik Tambusai












